Tagore Pasang Alarm Pilkades, Politik Uang Terancam Dicoret
.jpg)
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar. Dok. Pemkab Bener Meriah
Tagore Abubakar tegaskan calon reje pelaku politik uang di Pilkades Bener Meriah bisa dicoret dan diproses hukum.
KLIK CHANNELKU – Aroma persaingan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bener Meriah mulai mendapat perhatian serius. Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh calon reje agar tidak mencoba meraih kemenangan melalui praktik politik uang.
Tagore menegaskan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkomitmen penuh menjaga Pilkades tetap bersih, jujur, dan demokratis. Pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilihan akan diperketat guna menutup celah terjadinya pelanggaran yang dapat mencederai proses demokrasi di tingkat desa.
Menurutnya, seluruh unsur penyelenggara, panitia, pengawas, aparat keamanan, hingga masyarakat harus bergerak bersama mengawal jalannya Pilkades. Setiap laporan dugaan pelanggaran diminta segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.
Peringatan paling keras disampaikan Tagore terkait praktik politik uang yang dinilainya sebagai ancaman serius bagi kualitas demokrasi desa. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terbukti mencoba membeli suara masyarakat.
“Calon reje yang terbukti melakukan politik uang harus diproses sesuai aturan dan dapat dibatalkan pencalonannya,” tegas Tagore.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah siap mengambil langkah tegas terhadap pelaku pelanggaran, termasuk menjatuhkan sanksi administratif hingga pembatalan pencalonan apabila ditemukan bukti yang sah.
Tagore menilai politik uang bukan sekadar pelanggaran aturan, melainkan tindakan yang merampas hak masyarakat untuk menentukan pilihan secara bebas dan objektif. Praktik tersebut juga dinilai berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak memiliki legitimasi moral di mata warga.
Karena itu, ia meminta seluruh calon reje mengedepankan adu gagasan, program kerja, dan kemampuan kepemimpinan dalam meraih dukungan masyarakat. Segala bentuk tekanan maupun intimidasi yang mengganggu kebebasan memilih juga diminta untuk dihindari.
Selain memperkuat pengawasan internal, Tagore mengajak masyarakat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan setiap indikasi pelanggaran yang terjadi selama proses Pilkades berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari situasi yang aman dan tertib saat pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga integritas proses demokrasi sejak tahapan awal hingga penetapan hasil.
Tagore turut mengundang peran aktif kalangan wartawan untuk mengawasi jalannya Pilkades. Ia menilai media memiliki kekuatan besar dalam membangun transparansi serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Dengan pengawasan yang melibatkan pemerintah, aparat, masyarakat, dan media, Tagore optimistis Pilkades Serentak 2026 di Bener Meriah dapat berlangsung aman, damai, dan bebas dari praktik curang yang merusak demokrasi.
Ia berharap seluruh calon menerima hasil pemilihan secara dewasa dan mengutamakan persatuan masyarakat desa demi keberlanjutan pembangunan di masa mendatang.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi
