BREAKING NEWS

Aceh Masuk Transisi Pemulihan Bencana 90 Hari

Daftar Isi Konten [Tampil]
Pemerintah Aceh melalui Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, dalam rapat koordinasi virtual pada Selasa malam (28/04/2026). Dok. Ist

Pemerintah Aceh tetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana hidrometeorologi selama 90 hari mulai 28 April 2026.

KLIK CHANNELKU - Pemerintah Aceh resmi menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan pascabencana hidrometeorologi, menyusul berakhirnya masa tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, dalam rapat koordinasi virtual bersama unsur Forkopimda Aceh, Selasa malam (28/4/2026).

Dalam rapat itu, turut hadir Kapolda Aceh, perwakilan Pangdam Iskandar Muda, serta jajaran terkait lainnya.

“Kami menetapkan perpanjangan status transisi darurat ke pemulihan bencana hidrometeorologi Aceh selama 90 Hari terhitung mulai 28 April sampai dengan 30 Juli 2026,” ucap Wakil Gubernur, H. Fadhlullah.

Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Huntara

Dalam arahannya, sosok yang akrab disapa DekFad itu menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan stakeholder untuk segera menjalankan enam langkah prioritas.

Langkah pertama difokuskan pada penuntasan penanganan darurat infrastruktur, seperti jalan, jembatan, hingga aliran sungai, baik yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Selain itu, pemerintah juga diminta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara), serta distribusi logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk listrik dan air bersih.

“Kemudian melanjutkan jaminan perlindungan sosial bagi masyarakat korban bencana atau pengungsi. Lalu menuntaskan proses penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap),” ucap Wakil Gubernur.

Antisipasi Bencana Susulan Diperkuat

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, Pemerintah Aceh juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana guna mengantisipasi potensi bencana susulan.

Seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi.

“Persiapkan sebaik mungkin tahapan pelaksanaan rehab rekon pascabencana, harmonisasi dan sinkronisasi kewenangan masing-masing pihak serta pastikan pendanaan yang berkelanjutan,” tegas Wakil Gubernur.***


Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image