Polri Kawal Jagung Petani Aceh Barat Tembus Gudang Bulog
Polsek Woyla Barat kawal penyerapan 1,35 ton jagung petani oleh Bulog Meulaboh untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
KLIK CHANNELKU – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke pelosok desa. Di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, jajaran kepolisian turun langsung mengawal penyerapan hasil panen jagung petani agar tidak terkendala pemasaran dan mampu terserap maksimal oleh Bulog.
Kegiatan monitoring yang dipimpin Polsek Woyla Barat bersama sejumlah instansi terkait berlangsung di Gampong Peuleukung, Rabu (3/6/2026). Pengawasan tersebut difokuskan pada penyerapan jagung pipil kering dari lahan ketahanan pangan binaan Polres Aceh Barat yang dikelola Kelompok Tani Saree Tabina.
Langkah itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan yang sedang didorong pemerintah, sekaligus memastikan hasil kerja keras petani memiliki kepastian pembeli setelah masa panen tiba.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Woyla Barat Iptu Munandar, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak hanya sebatas pendampingan saat proses budidaya.
“Polri tidak hanya melakukan pendampingan pada proses penanaman dan perawatan tanaman, tetapi juga mengawal penyerapan hasil panen agar petani memperoleh kepastian pasar serta mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,” ujar Iptu Munandar.
Monitoring tersebut turut melibatkan personel Unit Tipidter Satreskrim Polres Aceh Barat, personel Polsek Woyla Barat, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Woyla Barat bersama staf, petugas Bulog Cabang Meulaboh, serta anggota Kelompok Tani Saree Tabina.
Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas dan volume jagung yang akan diserap Bulog. Hasilnya, sebanyak 1.350 kilogram jagung pipil kering berhasil masuk dalam skema penyerapan Bulog Cabang Meulaboh.
Berdasarkan hasil pengujian, jagung yang dipanen memiliki kadar air rata-rata 7,5 persen dengan kandungan aflatoksin sebesar 36 PPB. Sementara harga pembelian yang ditetapkan Bulog mencapai Rp6.400 per kilogram.
Penyerapan hasil panen tersebut disambut positif karena memberikan jaminan pasar bagi petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan komoditas pangan strategis di daerah.
Selain mengawasi proses serapan, petugas juga melakukan dokumentasi dan pelaporan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan secara terpadu antara kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani.
Iptu Munandar menegaskan pihaknya akan terus mendampingi petani hingga seluruh hasil panen yang masih tersisa dapat terserap dengan baik.
“Koordinasi dengan Bulog akan terus kami lakukan guna memastikan target penyerapan jagung dapat tercapai secara maksimal serta memberikan manfaat bagi para petani di wilayah Kecamatan Woyla Barat,” tutupnya.***
Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)
