Krisis Air Bersih Aceh Besar Terungkap, SUCOFINDO Turun Tangan
.jpeg)
Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris tinjau Sumur Bor Air Bersih di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Selasa (02/06/2026). Dok. MC ACEH BESAR
SUCOFINDO bangun sumur bor di Aceh Besar. Bupati ungkap krisis air bersih, layanan PDAM baru menjangkau 38 persen warga.
KLIK CHANNELKU – Persoalan keterbatasan akses air bersih yang masih membayangi ribuan warga Aceh Besar kembali mencuat. Di tengah kondisi tersebut, PT SUCOFINDO (Persero) meresmikan sumur bor air bersih di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Selasa (2/6/2026), sebagai bagian dari program sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 perusahaan.
Program bertajuk “Mengabdi, Jaga Air Bersih untuk Negeri” itu merupakan kolaborasi SUCOFINDO bersama ABPEDNAS dan Kejaksaan RI untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air layak konsumsi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram mengungkap fakta bahwa persoalan air bersih masih menjadi tantangan serius di wilayah yang memiliki 604 gampong tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SUCOFINDO atas bantuan sumur bor ini untuk masyarakat Gampong Lambleut. Ini merupakan hadiah yang luar biasa,” ujarnya.
Di hadapan para tamu undangan, Muharram membeberkan bahwa cakupan layanan air bersih melalui PDAM hingga kini baru mampu menjangkau sekitar 38 persen masyarakat Aceh Besar. Sementara sebagian warga lainnya masih bergantung pada sumber air yang kualitasnya belum sepenuhnya layak.
Kondisi tersebut diperparah saat musim kemarau melanda. Meski memiliki banyak sungai dan sumber air, keterbatasan infrastruktur penampungan membuat pasokan air belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami memiliki banyak sumber air seperti sungai, namun belum dikelola secara optimal karena belum adanya infrastruktur penampungan seperti waduk. Akibatnya, saat musim kemarau, masyarakat sering mengalami kekeringan,” jelasnya.
Bupati Aceh Besar menegaskan pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mengatasi persoalan tersebut.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak dalam membangun Aceh Besar demi kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas sumur bor yang telah dibangun tidak memicu persoalan baru di tengah masyarakat.
“Jangan sampai menimbulkan konflik. Gunakan air ini dengan bijak, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian,” pungkasnya.
Sementara itu, Komisaris Independen PT SUCOFINDO (Persero), Mahatma Gandhi, mengungkapkan pembangunan sumur bor tersebut berawal dari perjuangan almarhum Keuchik Gampong Lambleut, Bahrunnazar, yang aktif mengirimkan proposal bantuan ke berbagai lembaga dan instansi.
Proposal yang masuk ke SUCOFINDO kemudian ditindaklanjuti setelah perusahaan mengetahui kondisi kualitas air yang dihadapi masyarakat setempat.
“Air merupakan sumber kehidupan. Ketika kami menerima proposal tersebut dan mengetahui kondisi kualitas air di lokasi yang kurang layak konsumsi, kami tergerak untuk merealisasikan bantuan ini,” ujarnya.
Momen peresmian sumur bor itu juga diwarnai kisah haru. Mahatma Gandhi mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhum Bahrunnazar yang meninggal dunia beberapa hari setelah air dari sumur tersebut berhasil keluar.
“Beliau adalah sosok yang menggagas program ini, namun belum sempat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Menurut Mahatma Gandhi, pembangunan sumur bor di Lambleut merupakan bagian dari program nasional pembangunan 70 sumur yang dilaksanakan SUCOFINDO dalam rangka memperingati usia ke-70 perusahaan. Aceh menjadi daerah pertama yang menerima program tersebut.
Di sisi lain, Perwakilan ABPEDNAS, Teuku Fadli, menegaskan bahwa program air bersih tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang turut mendapat pengawalan dari ABPEDNAS dan Kejaksaan RI.
“Di Aceh, Badan Permusyawaratan Desa dikenal dengan sebutan Tuha Peut. Ke depan, seluruh anggota Tuha Peut akan dilibatkan sebagai bagian dari ABPEDNAS dalam fungsi pengawasan program strategis nasional,” ujar Fadli.
Ia berharap program serupa tidak berhenti di Aceh Besar dan dapat menjangkau lebih banyak daerah yang masih menghadapi persoalan akses air bersih.
“Kami berharap ke depan semakin banyak manfaat yang dapat diberikan SUCOFINDO bagi masyarakat Aceh secara luas,” tutupnya.
Peresmian sumur bor tersebut turut dihadiri jajaran komisaris dan direksi SUCOFINDO, perwakilan Kejati Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga Gampong Lambleut yang menyambut program tersebut dengan antusias.***
Reporter : Tini ‖ Editor : Tim Redaksi
