Perjalanan 3,5 Jam ke Alue Keujruen, Kak Na Ungkap Kebutuhan Mendesak Boat Ambulans bagi Warga
![]() |
| Kak Na menyerap aspirasi warga Alue Keujruen, Aceh Selatan, yang membutuhkan boat ambulans untuk mempercepat layanan medis darurat. Dok. Ist |
KLIK CHANNELKU – Akses pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan bagi masyarakat Gampong Alue Keujruen, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Keterbatasan transportasi membuat warga membutuhkan sarana khusus untuk membawa pasien ketika menghadapi keadaan darurat.
Persoalan tersebut mencuat saat istri Gubernur Aceh, Marlina Usman atau yang dikenal dengan sapaan Kak Na, mengunjungi desa itu bersama rombongan, Kamis (5/11/2026).
Dalam pertemuan dengan masyarakat, kebutuhan boat ambulans menjadi salah satu aspirasi yang paling mendesak.
Kak Na menjelaskan, kunjungan ke daerah terpencil merupakan bagian dari upaya memperoleh informasi langsung mengenai kondisi masyarakat. Menurutnya, laporan administratif saja belum cukup untuk menggambarkan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
“TP PKK dengan 10 Program Pokoknya memiliki tugas yang tidak mudah. Jika hanya mengandalkan laporan dari bawah kita tak akan mendapatkan gambaran nyata tentang kondisi di daerah. Karena itu, terjun langsung merupakan salah satu upaya kita menghimpun berbagai informasi langsung dari masyarakat,” ujar Kak Na.
Dalam kunjungan tersebut, Kak Na didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Fitriani Taufik dan Ketua TP PKK Aceh Selatan Nafisah Mirwan.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Fitriani Taufik dan Ketua TP PKK Aceh Selatan Nafisah Mirwan, bisa bersilaturrahmi dengan warga Gampong Alue Keujruen Kecamatan Kluet Tengah,” sambung Kak Na.
Perjalanan menuju Alue Keujruen memperlihatkan tantangan geografis yang harus dihadapi masyarakat setempat. Rombongan terlebih dahulu menempuh perjalanan darat selama sekitar satu jam menuju SDN Mersak di Gampong Simpang Dua, Kecamatan Kluet Tengah.
Di sekolah tersebut, Kak Na meninjau PAUD Negeri Melati Kluet Tengah yang masih menggunakan beberapa ruangan SDN Mersak sebagai tempat kegiatan belajar. Ia juga melihat perkembangan renovasi fasilitas pendidikan anak usia dini tersebut.
Dari lokasi itu, perjalanan dilanjutkan menuju dermaga di tepi Sungai Kluet. Rombongan kemudian menggunakan perahu stempel untuk mencapai Alue Keujruen. Arus sungai yang deras membuat perjalanan berlangsung sekitar 2,5 jam sebelum rombongan tiba di desa tujuan.
Gampong Alue Keujruen memiliki 87 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 312 jiwa. Sebanyak 180 orang merupakan laki-laki, sedangkan 132 lainnya perempuan.
Selama berada di desa tersebut, Kak Na turut meninjau pembinaan dan monitoring Gampong Mawaddah Warahmah, melihat kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu), serta mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah keterbatasan sarana transportasi untuk membawa pasien menuju fasilitas kesehatan. Kak Na mengungkapkan, pernah terjadi seorang warga harus melahirkan di atas perahu stempel karena terlambat mendapatkan penanganan medis.
“Tadi, masyarakat mengeluhkan sejumlah permasalahan. Salah satu yang paling mendesak adalah boat ambulance untuk kegiatan darurat. Boat ambulance sangat dibutuhkan, karena salah seorang warga pernah harus melahirkan di atas boat stempel karena keterlambatan penanganan,” kata Kak Na.
Terkait kebutuhan tersebut, Kak Na menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah memesan perahu khusus bagi masyarakat Alue Keujruen. Kendaraan air tersebut nantinya diharapkan dapat difungsikan sebagai boat ambulans untuk membantu penanganan pasien dalam situasi darurat.
“Alhamdulillah, kabar gembiranya, Bupati Aceh Selatan saat ini telah memesan boat khusus untuk warga di sana, ya seperti boat ambulance lah. Saat ini boat tersebut sedang dalam proses pengerjaan, Insya Allah segera selesai dan bisa dimanfaatkan oleh warga,” ungkap Kak Na.
Selain membahas persoalan pelayanan kesehatan, kunjungan tersebut juga mencakup peninjauan kebun tanaman obat keluarga (TOGA), pelaksanaan Posyandu, dan dialog bersama masyarakat.***
Reporter : Anshori ‖ Editor : Tim Redaksi


