Wabup Tarmizi Buka Lomba Milad ke-23 Dayah Jabal Nur, Perkuat Pendidikan Islam di Aceh Utara
![]() |
| Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom., membuka perlombaan dalam rangka memperingati Milad ke-23 Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur, Senin (19/10/2026). Dok. Pemkab Aceh Utara |
KLIK CHANNELKU – Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom., membuka perlombaan dalam rangka memperingati Milad ke-23 Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur, Senin (19/10/2026).
Pembukaan perlombaan berlangsung di halaman Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur. Kegiatan itu dihadiri pimpinan dayah, Abu H. M. Yunus Adami, serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan tamu undangan.
Turut hadir Bunda PAUD Kabupaten Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, Ketua PD-BKMT Kabupaten Aceh Utara, Ny. Junidar Tarmizi, Camat Dewantara, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Aceh Utara, serta undangan lainnya.
Peringatan Milad ke-23 tersebut diisi dengan berbagai perlombaan yang menjadi bagian dari kegiatan pendidikan dan keagamaan di lingkungan dayah. Perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur untuk memperkuat kebersamaan setelah lebih dari dua dekade menjalankan kegiatan pendidikan Islam.
Keberadaan dayah memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda. Pendidikan yang berlangsung di lingkungan dayah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan karakter, penanaman akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki bekal pengetahuan dan moral dalam menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, keberlangsungan lembaga pendidikan Islam turut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang memiliki landasan keagamaan dan karakter yang kuat.
Melalui peringatan milad ini, Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur diharapkan terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya hubungan antara lembaga pendidikan Islam, masyarakat, dan pemerintah daerah. Sinergi ketiga unsur itu diperlukan untuk mendukung pengembangan pendidikan keagamaan sekaligus mewujudkan pembangunan Aceh Utara yang religius dan bermartabat.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)

