BREAKING NEWS

Revisi UUPA Jadi Sorotan, Dek Fadh Harapkan Keilmuan Yusril Bantu Perkuat Kewenangan Aceh

Daftar Isi Konten [Tampil]

Dek Fadh saat menghadiri Rapat Senat Terbuka penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bidang Hukum Islam kepada Yusril di Auditorium Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026). Dok. Ist


KLIK CHANNELKU – Penguatan kewenangan dan kekhususan Aceh melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi salah satu harapan yang disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) dalam penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.

Dek Fadh menilai pengalaman panjang Yusril dalam bidang hukum dan ketatanegaraan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi penyempurnaan regulasi yang mengatur kekhususan dan keistimewaan Aceh.

Harapan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Senat Terbuka penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bidang Hukum Islam kepada Yusril di Auditorium Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

Yusril yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI menerima penghargaan tersebut dalam rangkaian peringatan Milad ke-63 UIN Ar-Raniry.

Atas penganugerahan itu, Dek Fadh menyampaikan penghargaan Pemerintah Aceh terhadap rekam jejak intelektual dan pengabdian Yusril dalam bidang hukum serta kehidupan bernegara.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Ar-Raniry. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan akademik atas perjalanan intelektual, keluasan pemikiran, serta pengabdian panjang beliau dalam bidang hukum, ketatanegaraan, dan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Wagub Dek Fadh.

Menurut Dek Fadh, revisi UUPA membutuhkan perhatian serius agar pengaturan mengenai kewenangan khusus Aceh semakin kuat dan memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaannya.

Ia berharap pengalaman serta keluasan wawasan Yusril dapat menjadi kontribusi positif dalam proses tersebut, sehingga kebijakan yang dihasilkan mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dek Fadh juga mengingatkan bahwa perjuangan memperkuat kekhususan Aceh harus dibangun melalui hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sinergi tersebut dinilai penting agar kepentingan Aceh dapat diperjuangkan tanpa mengabaikan komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu, Dek Fadh turut mengapresiasi kiprah UIN Ar-Raniry selama 63 tahun dalam membangun pendidikan tinggi dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam di Aceh.

Ia berharap UIN Ar-Raniry terus meningkatkan kualitas akademik dan daya saing, sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang berilmu, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak.

Rangkaian Rapat Senat Terbuka tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah Yusril yang mengangkat tema Transformasi Syariah ke Dalam Hukum Nasional.***


Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image