BREAKING NEWS

Ratusan Mahasiswa UIN Pelajari Transformasi SDM Kemenag

Daftar Isi Konten [Tampil]

Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan belajar ke Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026). Dok. Kemenag RI

Ratusan mahasiswa UIN Jakarta belajar transformasi SDM Kemenag, termasuk inovasi MOOC Pintar dan pelatihan digital.

KLIK CHANNELKU – Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan belajar ke Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memahami transformasi pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan Kementerian Agama, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan dan layanan keagamaan di era digital.

Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menyambut langsung kedatangan rombongan mahasiswa. Ia menyebut kunjungan akademik tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai inovasi pengembangan kompetensi yang kini dijalankan Kementerian Agama.

“Kami mengucapkan selamat datang di Kampus Ciputat. Alhamdulillah, ini sudah tahun ketiga kami mendapatkan kehormatan menerima mahasiswa-mahasiswi dari FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujar Mastuki.

Menurutnya, Pusbangkom telah mengalami transformasi signifikan dari lembaga pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) menjadi pusat pengembangan kompetensi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Perubahan itu tidak hanya menyangkut nama lembaga, tetapi juga strategi dalam meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan.

Mastuki menjelaskan, layanan pengembangan kompetensi yang dikelola Pusbangkom menjangkau berbagai sektor pendidikan dan keagamaan. Sasaran program mencakup guru madrasah, kepala madrasah, pengawas pendidikan, penghulu, penyuluh agama, hingga pengelola rumah ibadah dan pesantren.

“Pengembangan kompetensi bukan hanya untuk guru-guru madrasah. Penghulu, penyuluh agama, pengelola masjid, hingga SDM pesantren juga menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk terus meningkatkan kompetensinya sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Mastuki.

Ia mengungkapkan, Kementerian Agama menghadapi tantangan besar karena harus melayani lebih dari 3,1 juta SDM pendidikan dan keagamaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah Learning Management System (LMS) melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar. Platform ini memungkinkan peserta mengikuti pelatihan secara fleksibel tanpa dibatasi ruang dan waktu.

“Kalau hanya mengandalkan pelatihan tatap muka, tidak mungkin bisa menjangkau seluruh kebutuhan. Karena itu kami mengembangkan pelatihan berbasis online melalui Learning Management System yang dikenal dengan MOOC Pintar,” ujarnya.

Melalui platform tersebut, akses pengembangan kompetensi kini dapat menjangkau peserta di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap program pelatihan.

Hingga 2026, jumlah alumni pelatihan yang dihasilkan dari berbagai skema pembelajaran Kementerian Agama telah mencapai sekitar 2,2 juta orang. Sebagian besar peserta berasal dari program pelatihan digital yang memanfaatkan MOOC Pintar.

Selain pembelajaran daring penuh, Pusbangkom juga menerapkan sistem hybrid learning dan hybrid training yang mengombinasikan metode tatap muka dengan pembelajaran virtual untuk memperluas jangkauan layanan.

Mastuki menambahkan, manfaat program pengembangan kompetensi kini tidak hanya dirasakan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum juga dapat mengakses berbagai layanan pelatihan yang tersedia.

“Mahasiswa dan dosen perguruan tinggi keagamaan di seluruh Indonesia juga sudah menikmati layanan ini. Bahkan pelatihan yang tersedia dapat menjadi bagian dari pembelajaran berbasis online learning,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung fasilitas pendukung yang dimiliki Pusbangkom, mulai dari smart classroom, studio produksi pembelajaran digital, hingga platform MOOC Pintar yang menjadi salah satu andalan Kementerian Agama dalam memperluas akses pengembangan kompetensi secara nasional.***


Reporter : Anshori ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image