BREAKING NEWS

Erick Thohir Tegaskan Nol Toleransi Rasisme Sepakbola

Daftar Isi Konten [Tampil]
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dok. PSSI

Erick Thohir tegaskan PSSI nol toleransi rasisme. Pembinaan usia muda wajib utamakan karakter, disiplin, dan fair play.

KLIK CHANNELKU – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa seluruh bentuk rasisme tidak memiliki tempat dalam sepakbola nasional. Ia meminta semua pihak, mulai dari operator kompetisi hingga klub, untuk bersikap tegas dan bertanggung jawab terhadap setiap insiden yang mengandung unsur diskriminasi.

Menurut Erick, baik di level pembinaan maupun kompetisi profesional, setiap tindakan rasis harus ditangani secara serius. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menegakkan nilai-nilai sportivitas dan penghormatan antar pemain.

“FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan skill. Prestasi harus ditopang karakter dan watak yang baik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4).

Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa pembinaan pemain usia muda tidak boleh hanya berorientasi pada hasil pertandingan atau kemampuan teknis semata. Ia menilai, pembentukan karakter seperti pengendalian emosi, rasa hormat, dan kepatuhan terhadap aturan harus berjalan seiring dengan peningkatan skill.

Untuk itu, PSSI meminta operator kompetisi, termasuk I-League yang mengelola Elite Pro Academy (EPA), Liga 1, dan Liga 2, agar terus memperkuat edukasi tentang anti-rasisme dan nilai-nilai sportivitas di semua level kompetisi.

Selain itu, pengawasan pertandingan juga diminta diperketat guna memastikan kompetisi usia muda benar-benar menjadi ruang pembelajaran yang aman, sehat, dan mendidik bagi para pemain.

“Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang lebih dewasa, matang, dan berkemampuan mumpuni. Karena itu, operator, klub, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan sekuat pembinaan teknik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mengapresiasi langkah Bhayangkara FC dan Dewa United yang berinisiatif mempertemukan serta mendamaikan dua pemain muda, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis, pasca insiden yang terjadi.

Ia menilai langkah tersebut mencerminkan semangat persatuan yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Saya apresiasi karena kedua klub tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Pancasila, bahwa meskipun kita berbeda-beda daerah, tapi kita semua ini berjuang bersama demi Indonesia. Ini harus menjadi pelajaran bagi pemain,” pungkasnya.***


Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image