HRD Bidik APBN 2027 untuk Atasi Banjir Krueng Pirak dan Bangun Irigasi 1.600 Hektare Sawah
![]() |
| HRD perjuangkan normalisasi Krueng Pirak, tanggul permanen APBN 2027, dan irigasi untuk 1.600 hektare sawah di Aceh Utara. Dok. Pemkab Aceh Utara |
KLIK CHANNELKU – Normalisasi Krueng Pirak, pembangunan tanggul permanen, dan jaringan irigasi untuk sekitar 1.600 hektare persawahan menjadi tiga kebutuhan infrastruktur yang diperjuangkan anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. M. Ruslan Daud, di Kabupaten Aceh Utara.
Ruslan Daud atau HRD menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir dan kawasan rencana pembangunan irigasi di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu, Selasa, 3 November 2026.
Dalam kunjungan bersama Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang, jajaran pemerintah daerah, unsur legislatif, dan tokoh masyarakat itu, HRD menerima berbagai aspirasi terkait persoalan banjir serta kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Di kawasan aliran Krueng Pirak, masyarakat meminta normalisasi sungai dan pembangunan tanggul permanen untuk mengurangi risiko banjir yang berulang. Pendangkalan sungai selama ini dinilai menyebabkan air mudah meluap ketika hujan turun.
HRD mengatakan, penanganan banjir harus dilakukan melalui langkah jangka pendek dan jangka panjang. Untuk tahap awal, ia akan mengupayakan dukungan alat berat, termasuk ekskavator berukuran besar, guna mempercepat normalisasi sungai.
Sementara itu, pembangunan tanggul permanen akan diperjuangkan melalui anggaran pemerintah pusat.
"Kalau memungkinkan, kita akan dorong pembangunan tanggul permanen melalui APBN tahun 2027. Penanganannya jangan hanya berhenti pada normalisasi sungai, tetapi harus ada solusi jangka panjang agar masyarakat mendapatkan perlindungan dari ancaman banjir," tegasnya.
HRD juga berencana berkoordinasi dengan direktorat jenderal terkait, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dan dinas teknis. Persoalan Krueng Pirak dijadwalkan turut dibahas bersama pemerintah pusat dalam rapat paripurna pada 9 November mendatang.
Namun, ia mengingatkan perlunya dukungan masyarakat, terutama pemilik lahan di sepanjang sungai, agar proses normalisasi dan pembangunan tanggul tidak menghadapi kendala. Pelestarian hutan di kawasan hulu juga dinilai penting untuk mendukung pengendalian banjir.
Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang mengatakan persoalan banjir di daerah tersebut mencakup 27 kecamatan dengan tingkat permasalahan berbeda. Kawasan Matangkuli dan Pirak Timu menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan serius akibat luapan Krueng Pirak.
Menurut Tarmizi, penanganan sungai harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial. Pemerintah membutuhkan kajian teknis serta perencanaan matang, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).
"Krueng Pirak ini memang membutuhkan perhatian yang sangat serius. Kami berharap melalui kunjungan langsung ini, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat," ujarnya.
Selain pengendalian banjir, pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pirak Timu menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Infrastruktur pengairan ini diharapkan dapat mengatasi ketergantungan petani terhadap curah hujan.
Camat Pirak Timu Julfar Abdar menjelaskan, luas persawahan tadah hujan di wilayahnya mencapai sekitar 1.069 hektare. Jika jaringan irigasi dapat menjangkau Kecamatan Paya Bakong, total lahan pertanian yang berpotensi memperoleh manfaat diperkirakan mencapai 1.600 hektare.
“Atas nama unsur Muspika Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Matangkuli, serta tokoh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. M. Ruslan Daud yang telah hadir melihat langsung kondisi persawahan dan persoalan banjir yang kami hadapi selama ini,” ujar Julfar.
Ia mengatakan pembangunan irigasi sangat dibutuhkan karena petani selama ini masih mengandalkan hujan untuk mengairi sawah. Kondisi tersebut turut memengaruhi kepastian musim tanam dan produktivitas pertanian.
“Dengan adanya jaringan irigasi ini, kami berharap para petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan untuk mengairi persawahan. Ini tentu akan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” jelas Julfar.
Selain persoalan pengairan, Julfar mengungkapkan banjir masih berulang di wilayahnya. Dalam satu bulan terakhir, masyarakat disebut telah mengalami empat kali banjir akibat luapan Krueng Pirak.
“Dalam satu bulan ini saja, kami sudah empat kali mengalami banjir. Karena itu, normalisasi Krueng Pirak sangat mendesak dan kami berharap dapat direalisasikan sesegera mungkin,” ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, HRD menyatakan akan membawa kebutuhan pembangunan jaringan irigasi DI Pirak Timu ke kementerian terkait di pemerintah pusat agar memperoleh perhatian dan tindak lanjut.
Sementara itu, Geuchik Gampong Munye Pirak, Zainal Abidin, berharap kunjungan anggota DPR RI tersebut menghasilkan program nyata bagi masyarakat yang selama ini menghadapi ancaman banjir.
"Kami sangat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata, baik melalui normalisasi sungai maupun pembangunan tanggul. Ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini terdampak banjir," ungkap Zainal.
Menurutnya, banjir tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial, perekonomian, dan lahan pertanian warga, khususnya masyarakat di kawasan Sagoe Pirak, Kecamatan Matangkuli.
Dengan kebutuhan normalisasi sungai, tanggul permanen, dan jaringan irigasi yang saling berkaitan, masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan konkret. Realisasi infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung keberlangsungan pertanian di Aceh Utara.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Asisten II Setdakab Aceh Utara, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Aidi Habibi, A.R., Sekretaris Komisi IV DPRK Aceh Utara Muhammad Rizal, S.E., unsur Muspika Matangkuli dan Pirak Timu, para imum mukim, geuchik, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)

