Bupati Aceh Utara Bahas Irigasi dan Pemekaran Peutoe, Ini Aspirasi Geuchik Lhoksukon
![]() |
| Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil bersama Forum Geuchik Kecamatan Lhoksukon duduk sama di Perta Cafe SPBU, Lhoksukon, Minggu (18/10/2026) malam. Dok. Pemkab Aceh Utara |
KLIK CHANNELKU — Perbaikan irigasi dan wacana pemekaran Kecamatan Peutoe menjadi dua isu yang dibahas Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil bersama Forum Geuchik Kecamatan Lhoksukon. Selain persoalan pertanian, pertemuan itu menyoroti kebutuhan penataan wilayah untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Pertemuan berlangsung di Perta Cafe SPBU, Lhoksukon, Minggu (18/10/2026) malam. Para geuchik menyampaikan aspirasi terkait pengaturan jadwal turun sawah, kondisi jaringan irigasi, serta usulan pemekaran wilayah dari kecamatan induk Lhoksukon.
Bupati yang akrab disapa Ayah Wa mengatakan, masukan dari aparatur gampong diperlukan untuk membantu pemerintah daerah menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi di lapangan.
"Komunikasi langsung dengan para geuchik dan masyarakat merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Aspirasi ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan," kata Ayah Wa.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus memperjuangkan sejumlah program pembangunan, di antaranya Sekolah Garuda, Sport Center, peningkatan jalan, dan jaringan irigasi.
Di sektor pertanian, pembahasan berfokus pada pengaturan jadwal turun sawah bagi petani yang menggunakan irigasi maupun mengandalkan air hujan. Penyesuaian jadwal tanam perlu mempertimbangkan ketersediaan air dan kondisi lahan agar kegiatan pertanian lebih terencana.
Namun, dalam pertemuan tersebut belum disampaikan keputusan mengenai jadwal tanam yang akan diterapkan ataupun target perbaikan jaringan irigasi di wilayah Lhoksukon.
Selain sektor pertanian, wacana pemekaran Kecamatan Peutoe dari Kecamatan Lhoksukon turut menjadi perhatian.
Ketua Badan Legislasi DPRK Aceh Utara, Mawardi M atau Tgk Adek, mendukung gagasan yang disebut berasal dari geuchik dan tokoh masyarakat Kemukiman Lhoksukon Teungoh.
Menurut Mawardi, Kecamatan Lhoksukon yang mencakup 75 gampong membutuhkan penataan wilayah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan.
"Gagasan ini diinisiasi oleh para geuchik dan tokoh masyarakat Kemukiman Lhoksukon Teungoh. Dengan pemekaran, pelayanan masyarakat bisa lebih dekat dan pembangunan wilayah dapat berjalan lebih optimal," kata Mawardi.
Ia menilai, jika memenuhi ketentuan hukum dan direalisasikan, pembentukan kecamatan baru berpotensi mendorong pembangunan infrastruktur, membuka lapangan kerja, serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Meski mendapat dukungan, usulan pemekaran tersebut masih membutuhkan proses sesuai peraturan perundang-undangan. Belum ada keterangan mengenai tahapan administratif maupun keputusan resmi pemerintah terkait pembentukan Kecamatan Peutoe.
Ketua Forum Geuchik Kecamatan Lhoksukon, Ridwan, mengatakan pertemuan dengan bupati menjadi kesempatan bagi aparatur gampong untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
"Kami mengapresiasi Bupati Aceh Utara yang responsif mendengarkan keluhan masyarakat, khususnya terkait persoalan pertanian irigasi dan tadah hujan. Sinergi ini penting agar masalah di gampong mendapat perhatian langsung dari pemerintah kabupaten," ujar Ridwan.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)

