Aceh Besar Perkuat PAUD Demi Sukses Wajib Belajar 13 Tahun

Peserta pelatihan guru PAUD yang dilaksanakan di SMPN 1 Suka Makmur, Kamis (11/6/2026). Dok. MC ACEH BESAR
Aceh Besar tingkatkan kompetensi guru PAUD untuk memperkuat fondasi pendidikan dan mendukung program wajib belajar 13 tahun.
KLIK CHANNELKU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat sektor pendidikan anak usia dini sebagai langkah strategis mendukung implementasi Program Prioritas Wajib Belajar 13 Tahun. Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan pelatihan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag, di SMPN 1 Suka Makmur, Kamis (11/6/2026).
Pelatihan itu difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik PAUD agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan daerah dalam menyukseskan kebijakan nasional yang menempatkan pendidikan prasekolah sebagai bagian dari wajib belajar.
Dalam sambutannya, Hj. Nurul Fazli menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
“PAUD adalah fondasi utama dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Keberhasilan Program Wajib Belajar 13 Tahun tidak dapat dipisahkan dari kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, guru PAUD harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya agar mampu memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa,” ujar Hj. Nurul Fazli.
Menurutnya, perubahan kebijakan pendidikan nasional menjadikan peran guru PAUD semakin strategis karena keberhasilan program wajib belajar kini dimulai sejak anak mengikuti pendidikan prasekolah.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini telah menggeser paradigma pendidikan dasar. Fondasi wajib belajar kini resmi dimulai sejak anak berada di bangku 1 tahun pra-sekolah (PAUD), baru kemudian dilanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Artinya, pintu gerbang kesuksesan wajib belajar 13 tahun ini ada di tangan Ibu-ibu para guru PAUD sekalian. Jika gerbang pertamanya kuat, maka perjalanan pendidikan anak-anak kita ke depan akan jauh lebih mudah,” katanya.
Ia menambahkan, Pokja Bunda PAUD Aceh Besar berkomitmen mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut agar dapat diterapkan secara optimal hingga ke tingkat gampong.
Pelatihan yang berlangsung tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang pendidikan anak usia dini. Materi yang diberikan mencakup penguatan kurikulum PAUD, strategi pembelajaran berbasis bermain, pengembangan karakter anak, asesmen perkembangan peserta didik, hingga penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Selain meningkatkan kemampuan teknis mengajar, kegiatan itu juga mendorong para guru untuk lebih memahami kebutuhan tumbuh kembang anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap para guru dapat memperkaya metode pembelajaran, memahami kebutuhan perkembangan anak secara lebih mendalam, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Guru adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan, sehingga peningkatan kapasitas guru harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Para peserta menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Mereka menilai peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan penting untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan tuntutan kebijakan baru di sektor pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fachrurrazi, SE, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Pokja Bunda PAUD akan terus mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini di seluruh wilayah Aceh Besar.
“Dengan demikian, target Program Prioritas Wajib Belajar 13 Tahun dapat tercapai secara optimal dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.***
Reporter : Tini ‖ Editor : Tim Redaksi
