BREAKING NEWS

IDL Aceh Baru 34 Persen, Kak Na Bergerak

Daftar Isi Konten [Tampil]
Kak Na saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dalam kunjungan kerja di Aceh, Jumat (22/5/2026). Dok. Ist

IDL Aceh masih 34 persen, Ketua TP Posyandu Aceh Marlina Muzakir bergerak dukung percepatan vaksinasi anak.

KLIK CHANNELKU - Ketua TP Posyandu Aceh, Marlina Muzakir menegaskan komitmennya mendukung percepatan vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh yang hingga kini baru mencapai 34 persen.

Penegasan itu disampaikan istri Gubernur Aceh yang akrab disapa Kak Na tersebut usai mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dalam kunjungan kerja di Aceh, Jumat (22/5/2026).

“Posyandu bersama seluruh kadernya tentu akan terus mendukung upaya Kemenkes dalam mencapai target vaksinasi nasional serta IDL. Kita akan terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan IDL dalam membentuk lingkungan yang sehat dan masyarakat yang kuat dari paparan penyakit menular,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

Ia mengakui capaian vaksinasi dan IDL di Aceh masih rendah. Namun, Kak Na optimistis target 90 persen dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Data saat ini memang menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi, karena hingga saat ini vaksinasi dan IDL di Aceh masih berada di angka 34 persen. Namun dengan kolaborasi dan gerak bersama lintas sektor, Insya Allah kita mampu mencapai target 90 persen,” sambung Kak Na.

Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono dalam agenda kunjungannya meninjau implementasi enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu di Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata.

Setelah itu, Dante melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Lueng Bata untuk melihat pelaksanaan imunisasi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta integrasi layanan antara Posyandu dan Puskesmas.

“Kami ingin memastikan apakah integrasi antara Posyandu dengan Puskesmas sudah berjalan baik, karena integrasi yang baik tentu akan memberi imbas positif pada upaya kita mengejar target vaksinasi dan IDL,” ujar Dante.

Menurut Dante, integrasi layanan kesehatan di Aceh mulai menunjukkan hasil positif. Ia juga menilai berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah daerah cukup baik dalam mendukung capaian vaksinasi dan IDL.

Dante mengungkapkan, rendahnya cakupan vaksinasi di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari isu halal-haram vaksin, penolakan orang tua, hingga kekhawatiran terhadap demam setelah imunisasi.

“Padahal demam anak pasca imunisasi adalah demam sehat, karena tubuhnya sedang bereaksi membentuk anti body, jadi ini tidak berbahaya. Nanti ibu Ketua TP Posyandu dan jajaran akan terus memasifkan sosialisasi vaksinasi dan IDL,” kata Dante.

Ia juga menegaskan bahwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi bersifat mubah atau diperbolehkan.

“Sedangkan terkait isu halal-haram, saat ini, MPU telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi ini mubah atau boleh. Jadi, kami mengimbau kepada para orang tua agar jangan takut dengan demamnya anak pasca imunisasi, jangan takut dengan halal-haramnya vaksinasi karena MPU telah menerbitkan fatwa terkait ini,” imbau Dante.***


Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image