UMKM Pirak Timu Bidik Pasar Nasional Lewat Piasan Pasai, Madu Linot Jadi Unggulan
KLIK CHANNELKU — Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menjadikan Piasan Pasai sebagai momentum memperluas pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat. Madu Linot dan aneka olahan gaharu menjadi produk yang diandalkan untuk menarik perhatian pengunjung.
Produk-produk tersebut dipamerkan dalam rangkaian peringatan 800 tahun Kerajaan Samudera Pasai/Aceh Utara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, 6–13 September 2026.
Stand Kecamatan Pirak Timu menghadirkan sejumlah produk yang berasal dari pelaku UMKM lokal. Salah satu produk yang ditonjolkan ialah Madu Linot dan Parfum Gaharu dari Gampong Trieng Cungki.
Camat Pirak Timu Julfar Abdar mengatakan pameran tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.
"Salah satu produk unggulan yang kami tampilkan adalah Madu Linot dan Parfum Gaharu yang berasal dari Gampong Trieng Cungki. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, produk Madu Linot dan Parfum Gaharu tersebut sudah mendapatkan penghargaan dari kementerian pusat," ujar Julfar Abdar.
Produk gaharu yang dibawa ke pameran tidak hanya berupa parfum. Pengunjung juga dapat menemukan Bukhur Gaharu Murni, kayu gaharu olahan Gaharu Kelas Arab No. 2 dan No. 3, serta potongan kayu gaharu yang digunakan sebagai dekorasi dan bahan kerajinan.
Selain komoditas tersebut, stand Pirak Timu menawarkan produk kuliner dan kerajinan yang dibuat masyarakat. Kekerah Jumbo menjadi salah satu kuliner yang dipromosikan dalam pameran.
"Kemudian kita ada kuliner yang namanya Kekerah Jumbo, yang juga menjadi salah satu produk unggulan kita. Selain itu, ada kerajinan tangan masyarakat seperti tas yang terbuat dari bahan kertas atau limbah kemasan pembersih pakaian," katanya lagi.
Keterlibatan UMKM dalam Piasan Pasai dinilai penting untuk mempertemukan produk lokal dengan masyarakat dari berbagai daerah yang datang ke kegiatan tersebut.
Julfar berharap promosi melalui pameran tidak berhenti pada peningkatan pengenalan produk. Ia ingin pelaku UMKM Pirak Timu mampu memperluas jaringan pemasaran hingga ke luar daerah.
"InsyaAllah dengan adanya kegiatan ini, kita dapat mempromosikan UMKM masyarakat sehingga bisa go national dan bahkan internasional nantinya. Semoga stand Pirak Timu nantinya keluar sebagai juara, amin," tutur Julfar.
Persiapan stand dilakukan bersama sejumlah unsur di Kecamatan Pirak Timu. Staf kantor camat, tokoh masyarakat, dan tim kerja ikut terlibat dalam menyiapkan produk serta materi pameran.
Piasan Pasai merupakan bagian dari peringatan 800 tahun Kerajaan Samudera Pasai. Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada Senin, 7 September 2026, melalui upacara di halaman Kantor Bupati Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, membuka kegiatan tersebut. Upacara turut dihadiri Forkopimda, organisasi perangkat daerah, DPRK, Majelis Adat Aceh, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)

