Pondasi Jembatan Garuda Digarap, TNI dan Warga Kejar Percepatan Akses di Aceh Tenggara
![]() |
| Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tenggara berlanjut. TNI dan warga bergotong royong menggarap pondasi jembatan. Dok. Ist |
KLIK CHANNELKU — Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, terus berlanjut. Satgas Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Agara bersama masyarakat kini memusatkan pekerjaan pada penggalian pondasi untuk kedudukan angkur jembatan.
Pekerjaan yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) itu melibatkan personel Babinsa, Yon TP 855/RD, dan warga setempat. Mereka bergotong royong menggali tanah sekaligus menyiapkan lokasi pondasi sebagai bagian penting dari konstruksi jembatan.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan pekerjaan pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan konstruksi.
“Pembangunan ini terus kita kerjakan secara bertahap. Hari ini personel bersama masyarakat melaksanakan penggalian pondasi untuk kedudukan angkur jembatan. Kita berharap melalui kerja sama dan gotong royong seperti ini, setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Peltu Jumadin.
Penggalian menjadi salah satu tahapan yang perlu diselesaikan sebelum pekerjaan berlanjut ke pemasangan material dan pengecoran. Kondisi tanah dan posisi pondasi menjadi perhatian agar konstruksi jembatan nantinya memiliki kekuatan serta kestabilan yang memadai.
Di lokasi pembangunan, personel TNI dan masyarakat mengandalkan peralatan yang tersedia. Pekerjaan yang sebagian dilakukan secara manual tetap berjalan dengan dukungan warga yang ikut turun langsung membantu pengerjaan.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan fasilitas penghubung di wilayah tersebut. Jembatan yang sedang dibangun diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi warga Desa Lawe Ger Ger dan masyarakat di sekitarnya.
Setelah selesai, Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas menuju permukiman, fasilitas umum, serta pengangkutan hasil pertanian.
Kemudahan akses juga diharapkan memberi dampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Jalur penghubung yang lebih aman dan mudah dilalui dapat membantu memperlancar pergerakan warga maupun hasil pertanian dari dan menuju wilayah setempat.
Bagi Satgas, pekerjaan tersebut tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik jembatan. Kegiatan bersama masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga.
Kehadiran Babinsa dalam pembangunan turut menjadi bentuk keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Selain menjalankan pembinaan teritorial, personel membantu kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan fasilitas umum warga.
Peltu Jumadin menegaskan setiap pekerjaan akan terus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan ketepatan tahapan pembangunan.
“Kita berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar sampai selesai. Yang paling penting pekerjaan dilakukan dengan baik, aman dan sesuai tahapan, sehingga nantinya jembatan ini benar-benar kuat dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.
Satgas bersama Babinsa, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat selanjutnya akan melanjutkan tahapan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda. Jembatan ini diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang mendukung aktivitas warga serta memperlancar mobilitas masyarakat di Aceh Tenggara.***
Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi


