Ari Maulana Tampil sebagai MC dan Moderator Pembukaan Manasik Haji ‘Aisyiyah Aceh
![]() |
| Ari Maulana, mahasiswa USK dan UIN Ar-Raniry, dipercaya menjadi MC dan moderator pembukaan manasik haji KBIHU ‘Aisyiyah Aceh. Dok. Ist |
Kegiatan pembukaan berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Minggu (6/9/2026).
Ari yang menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum USK dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry bertugas memandu rangkaian acara sekaligus mengarahkan sesi dialog ilmiah.
Dalam forum tersebut, Ari mengatur alur kegiatan dan sesi dialog agar berlangsung tertib serta komunikatif. Peran itu sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.
Pembukaan manasik haji secara resmi dilakukan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh, Hj. Ashraf, S.P., M.Si.
Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, H. A. Malik Musa, S.H., M.Hum., bersama jajaran pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Aceh, pengurus KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al-Hujjaj, tokoh masyarakat, serta para calon jamaah haji.
Sebanyak 20 calon jamaah haji mengikuti pertemuan perdana manasik. Mereka mendapat materi bertajuk “Dinamika dan Tata Kelola Penyelenggaraan Haji Masa Kini” yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si.
Materi tersebut membahas perkembangan tata kelola penyelenggaraan haji, termasuk kebijakan nasional, pelayanan jamaah berbasis digital, mekanisme kuota dan pemberangkatan, hingga peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Selain itu, peserta mendapat penjelasan mengenai alur pelayanan jamaah sejak keberangkatan hingga kepulangan, tantangan penyelenggaraan haji di era modern, serta hak dan kewajiban jamaah.
Bagi Ari, kepercayaan menjadi MC sekaligus moderator merupakan pengalaman yang penting dalam proses pengembangan dirinya.
"Saya sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi MC sekaligus moderator dalam kegiatan ini. Bagi saya, kepercayaan ini bukan hanya sebuah amanah, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga untuk terus mengembangkan kemampuan public speaking, membangun kepercayaan diri, serta belajar berkomunikasi secara profesional di tengah forum yang dihadiri para tokoh dan calon jamaah haji. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi terbaik di setiap kesempatan," ujar Ari Maulana.
Menurut Ari, keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan menjadi bagian dari proses belajar di luar kampus.
Ia menilai pengalaman memandu forum resmi dapat memperkuat sejumlah kemampuan, tidak hanya dalam komunikasi publik, tetapi juga kepemimpinan, manajemen acara, dan membangun jejaring dengan berbagai kalangan.
Sebagai mahasiswa yang menjalani pendidikan di dua program studi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya Ari mengembangkan kompetensi akademik dan nonakademik secara bersamaan.
Sementara bagi 20 calon jamaah haji, pembukaan manasik menjadi awal pembinaan sebelum melaksanakan ibadah haji. Materi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi jamaah dalam memahami proses penyelenggaraan dan mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.***
Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi


