BREAKING NEWS

Mie Aceh, Sekali Coba Langsung Paham Kenapa Mi Berempah Ini Bikin Susah Berhenti

Daftar Isi Konten [Tampil]
Mie Aceh punya mi tebal, rempah kuat, dan rasa pedas gurih yang bikin nagih. Kenali varian goreng, tumis, rebus, serta isian khasnya. Dok. Ist


KLIK CHANNELKU - Pernah nggak, kamu baru masuk ke sebuah warung makan, tapi belum duduk saja sudah dibuat lapar oleh aroma masakan? Nah, kira-kira begitulah sensasi ketika berhadapan dengan Mie Aceh.

Aromanya kuat, bumbunya berani, dan mi kuning tebal yang mengepul di atas meja seolah punya cara sendiri untuk mengajak kamu segera mencicipinya. Sekali suap, rasa gurih dan pedas langsung terasa, lalu disusul aroma rempah yang khas.

Kalau selama ini kamu menganggap mi hanya makanan praktis untuk mengganjal perut, Mie Aceh bisa mengubah pandangan itu. Hidangan khas Aceh ini lebih dari sekadar mi. Ada permainan rempah, tekstur, isian, dan cara memasak yang membuat setiap porsinya punya karakter.

Yang paling mencolok tentu saja bumbunya. Mie Aceh menggunakan perpaduan rempah seperti kapulaga, cengkeh, kayu manis, jintan, merica, ketumbar, adas, cabai, bawang merah, bawang putih, dan jahe. Bumbu tersebut dimasak hingga harum dan kemudian meresap ke dalam mi serta isiannya.

Jadi, jangan heran kalau rasa Mie Aceh terasa lebih kompleks dibandingkan mi yang mengandalkan saus atau kecap. Ada gurih, pedas, sedikit manis, sekaligus aroma rempah yang terus tertinggal di lidah.

Soal isian, kamu juga bisa menyesuaikannya dengan selera. Mau daging sapi? Bisa. Kambing? Ada. Kalau lebih suka seafood, tersedia udang, cumi, bahkan kepiting di sejumlah tempat.

Nah, bagian yang biasanya bikin orang baru sedikit bingung adalah ketika pelayan bertanya, "Mau goreng, tumis, atau rebus?"

Tenang, gampang.

Kalau kamu suka rasa bumbu yang pekat dan mi tanpa kuah, pilih Mie Aceh goreng. Mi dimasak bersama bumbu dan isian sampai relatif kering sehingga rasa rempahnya terasa lebih intens.

Kalau ingin versi yang sedikit basah, ada Mie Aceh tumis. Kuah atau kaldu ditambahkan secukupnya sehingga mi terasa lebih lembap, tetapi tidak sampai berenang seperti versi rebus.

Sementara buat kamu yang suka makanan berkuah, Mie Aceh rebus adalah pilihan yang pas. Kuahnya kaya rempah dan terasa hangat, apalagi disantap saat malam atau ketika cuaca sedang dingin.

Menariknya, apa pun pilihanmu, pengalaman makan Mie Aceh belum lengkap tanpa pelengkap. Biasanya ada bawang goreng, irisan timun, acar bawang merah, emping melinjo, dan jeruk nipis. Rasa segar dari pelengkap tersebut menjadi penyeimbang setelah lidah menikmati bumbu yang gurih dan pedas.

Kalau boleh kasih saran, jangan langsung buru-buru menghabiskan satu porsi. Nikmati perlahan. Coba dulu mi bersama bumbunya, lalu tambahkan acar, timun, emping, atau sedikit perasan jeruk nipis.

Di situ kamu akan merasakan sendiri kenapa Mie Aceh punya penggemar di berbagai daerah.

Bahkan, popularitasnya kini tidak hanya berhenti di Aceh. Mie Aceh sudah mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia dan menjadi salah satu kuliner Aceh yang paling dikenal.

Jadi, kalau kamu sedang liburan ke Aceh, jangan cuma berburu panorama alam dan tempat wisata. Sisihkan satu waktu untuk berburu Mie Aceh.

Dan kalau pelayan bertanya, "Goreng, tumis, atau rebus?"

Jawab saja sesuai selera. Tapi siap-siap, ya. Bisa jadi setelah piring kosong, kamu malah bilang, "Waduh, ternyata satu porsi kurang!"***


Reporter : Anshori ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image