Dua Siswi Tewas di Jalan Medan-Banda Aceh, Polisi Dalami Kronologi Kecelakaan
KLIK CHANNELKU — Polisi masih mendalami kecelakaan yang menewaskan dua siswi MAN 2 Aceh Utara di Jalan Medan–Banda Aceh, Desa Meunye, Kecamatan Lhoksukon, Jumat, 7 Agustus 2026. Salah satu bagian yang ditelusuri ialah dugaan senggolan Honda Vario yang ditumpangi korban dengan Honda Scoopy yang pengendaranya belum diketahui.
Kedua korban, Deresya Balqis dan Aisya Dila, masing-masing berusia 16 tahun, merupakan siswi kelas XI MAN 2 Aceh Utara. Keduanya meninggal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan Mitsubishi Colt Diesel.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Berdasarkan penanganan awal Satlantas Polres Aceh Utara, Honda Vario BL 4860 KBM yang dikendarai Deresya dengan membonceng Aisya melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh.
Saat hendak mendahului Honda Scoopy, diduga terjadi senggolan. Honda Vario kemudian kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sisi kanan badan jalan.
Pada saat bersamaan, Mitsubishi Colt Diesel BL 8708 LF melaju dari arah berlawanan. Jarak yang sudah dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Kedua korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H. melalui Kasat Lantas Iptu Sofyan Kurniawan, S.H., M.H. mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan yang terlibat.
Polisi masih mendalami rangkaian kecelakaan, termasuk keberadaan Honda Scoopy yang diduga terlibat sebelum Honda Vario terjatuh ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.
Sehari setelah kecelakaan, personel Satlantas Polres Aceh Utara mendatangi MAN 2 Aceh Utara. Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan sekolah, polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Aceh Utara Aipda Agusnawan meminta pelajar yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM tidak mengendarai kendaraan bermotor.
Pelajar yang telah memenuhi persyaratan berkendara juga diingatkan menggunakan helm SNI, tidak melaju dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta memastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan lain.
Aipda Agusnawan mengatakan keselamatan berlalu lintas seharusnya menjadi kesadaran, bukan sekadar kepatuhan karena takut ditegur petugas.
“Kami turut berduka cita atas kepergian kedua ananda kita. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Aipda Agusnawan.
Polisi belum menyimpulkan peran Honda Scoopy dalam kecelakaan tersebut. Penelusuran terhadap rangkaian kejadian dan kendaraan lain yang diduga terlibat masih dilakukan.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi

