4.000 UMKM Aceh Besar Dibina Naik Kelas, Anyaman Bili Jadi Produk Paling Diburu di Pameran
KLIK CHANNELKU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dekranasda terus memperkuat pembinaan terhadap sekitar 4.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.
Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, Dekranasda juga aktif mempromosikan produk-produk unggulan daerah melalui berbagai pameran. Salah satu hasilnya, kerajinan anyaman bili menjadi produk yang paling banyak diminati konsumen.
Ketua Dekranasda Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, mengatakan perkembangan UMKM di Aceh Besar menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, pembinaan tidak hanya diberikan kepada pelaku usaha yang telah terdata, tetapi juga menjangkau gampong-gampong agar seluruh potensi usaha masyarakat dapat berkembang.
"Alhamdulillah, perkembangan UMKM di Aceh Besar sangat baik dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kami ingin seluruh pelaku UMKM dapat dirangkul melalui pembinaan dan pelatihan sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya. Tujuan kami adalah menyatukan seluruh UMKM Aceh Besar agar bersama-sama tumbuh, berkembang, dan naik kelas," kata Rita saat menjadi narasumber talkshow bersama RRI Banda Aceh di Rumoh Malaka Batik, Kecamatan Kuta Malaka, Kamis (6/8/2026).
Menurut Rita, Dekranasda terus mendorong produk-produk khas Aceh Besar seperti batik, songket, bordir, hingga anyaman bili agar memiliki daya saing yang lebih kuat. "Kami ingin produk-produk UMKM Aceh Besar memiliki panggung yang lebih besar, tidak hanya di tingkat kabupaten atau provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional. Setiap mengikuti pameran kami selalu melihat peluang dan inovasi baru sehingga produk UMKM Aceh Besar semakin berkualitas dan memiliki daya saing," ujarnya.
Ia mengungkapkan, anyaman bili menjadi salah satu produk yang paling diminati setiap kali mengikuti pameran. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kerajinan tradisional Aceh Besar masih memiliki peluang pasar yang besar jika terus dikembangkan melalui inovasi.
Rita menambahkan, promosi yang dilakukan Dekranasda juga berdampak pada meningkatnya motivasi para pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas. "Kami melihat semangat para pelaku UMKM semakin meningkat. Ketika produk mereka dipromosikan dan mendapat kesempatan mengikuti berbagai pameran, mereka semakin percaya diri untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk terbaik," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Drs Sulaimi MSi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 4.000 UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kerajinan, kuliner, fesyen hingga ekonomi kreatif.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama Dekranasda terus memperkuat pembinaan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pemasaran dan pembiayaan. "Kami terus melakukan pembinaan kepada para perajin dan pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Selain pelatihan, kami juga membantu memberikan solusi terhadap kebutuhan pembiayaan, termasuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta berbagai informasi yang dibutuhkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," jelas Sulaimi.
Ia optimistis pembinaan yang berkelanjutan akan melahirkan lebih banyak UMKM yang mandiri, mampu membuka lapangan kerja, dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Aceh Besar. "Kami optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan semua pihak, UMKM Aceh Besar akan semakin maju, mampu menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat dan daerah," pungkas Sulaimi.***
Reporter : Tini ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)
