Aroma Menyengat Ungkap Kematian Tragis Lansia di Aceh Utara
Lansia di Aceh Utara ditemukan meninggal membusuk di rumah setelah lima hari. Penemuan terungkap dari aroma menyengat.
KLIK CHANNELKU — Misteri aroma menyengat yang tercium dari sebuah rumah di Dusun Bineh Blang, Gampong Matang Rubek, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya terungkap. Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar rumahnya, Kamis (18/6/2026).
Korban diketahui bernama Zakaria bin Abdullah (71), seorang petani yang selama ini hidup seorang diri. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut dan diduga sudah meninggal dunia sekitar lima hari sebelumnya tanpa diketahui warga maupun keluarganya.
Peristiwa itu pertama kali terungkap ketika Sekretaris Desa Matang Rubek, Zainal Abidin, mendatangi rumah korban sekitar pukul 13.00 WIB. Kedatangannya bertujuan menyerahkan kupon bantuan sembako dari pihak kecamatan kepada korban.
Namun setibanya di lokasi, suasana rumah yang sunyi memunculkan tanda tanya. Sandal milik korban masih terlihat berada di depan pintu, sementara panggilan dan ketukan berulang kali tidak mendapat jawaban.
“Setibanya di rumah korban, saksi melihat sandal milik korban masih berada di depan pintu. Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan memberi salam namun tidak mendapat jawaban, saksi mulai merasa curiga karena juga mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah,” ujar Kapolsek Langkahan Ipda Irvan.
Kecurigaan itu semakin kuat hingga saksi memutuskan masuk melalui pintu dapur yang berada di samping rumah. Saat menuju kamar, ia dikejutkan oleh pemandangan memilukan. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur.
Temuan tersebut segera diberitahukan kepada keluarga korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Bersama dua adik korban, saksi kembali masuk ke rumah untuk memastikan kondisi Zakaria.
“Dari hasil keterangan para saksi, korban ditemukan terbaring di atas kasur di dalam kamar dengan menggunakan kelambu. Kondisi fisik jenazah sudah menghitam dan mengalami pembusukan lanjut,” jelas Kapolsek.
Laporan penemuan itu kemudian diteruskan kepada perangkat gampong, geuchik, serta petugas kesehatan dari Puskesmas Simpang Tiga. Tim medis yang tiba di lokasi membawa kantong jenazah untuk proses penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, keluarga memilih menolak visum maupun autopsi. Mereka meyakini korban meninggal dunia secara alami akibat faktor usia dan kondisi kesehatan yang menurun.
“Pihak keluarga menolak visum dan tidak menghendaki autopsi. Mereka menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai kematian yang wajar dan meminta agar jenazah segera dimakamkan,” kata Ipda Irvan.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh petugas penyelenggara fardu kifayah gampong menggunakan alat pelindung diri (APD). Setelah proses pemulasaraan selesai, almarhum dimakamkan di area belakang rumahnya.
Sementara itu, personel Polsek Langkahan yang menerima informasi pada pukul 16.20 WIB langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi serta keluarga, tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana. Namun demikian, kami tetap melakukan pendataan dan meminta keterangan saksi-saksi untuk memastikan tidak ada unsur pidana,” pungkasnya.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Selama beberapa hari, kematian Zakaria tak diketahui siapa pun hingga akhirnya aroma menyengat dari dalam rumah mengungkap akhir hidup sang lansia yang tinggal seorang diri.***
Reporter : Eben ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)
