BREAKING NEWS

Inflasi Aceh Turun, Jelang Idul Adha

Daftar Isi Konten [Tampil]
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (kemeja biru-tengah) yang akrab disapa Mualem. Dok. Ist

Inflasi Aceh April 2026 turun jadi 3,88 persen yoy. Pemerintah perkuat operasi pasar dan distribusi pangan jelang Idul Adha.

KLIK CHANNELKU – Pemerintah Aceh mencatat tren positif dalam pengendalian inflasi daerah sepanjang April 2026. Angka inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,23 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 3,88 persen.

Capaian tersebut menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,31 persen, sekaligus semakin mendekati target inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyebutkan bahwa tren ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Alhamdulillah, inflasi Aceh menunjukkan tren yang semakin terkendali. Ini merupakan hasil dari sinergi dan langkah konkret yang terus kita lakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ujar Mualem.

Secara tahunan, inflasi masih dipengaruhi sejumlah komoditas utama, seperti beras dengan kontribusi 0,73 persen dan emas perhiasan 0,56 persen. Selain itu, nasi dengan lauk, rokok, serta daging ayam ras juga turut memberikan andil.

Adapun secara bulanan, kenaikan harga ikan dan tarif angkutan udara menjadi pemicu utama inflasi.

Berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 4,93 persen. Kondisi ini dipicu gangguan distribusi akibat bencana banjir dan longsor yang menghambat akses transportasi. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,14 persen.

Pemerintah Aceh melalui koordinasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menggencarkan berbagai langkah strategis.

Selama April 2026, sejumlah program telah dijalankan, seperti Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, Pasar Tani, hingga fasilitasi distribusi pangan.

Upaya tersebut difokuskan pada wilayah terdampak bencana serta daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan komoditas utama meliputi beras, gula pasir, telur ayam ras, dan minyak goreng.

Selain itu, optimalisasi distribusi logistik lintas wilayah juga terus diperkuat guna menekan biaya transportasi dan menjaga stabilitas harga.

Memasuki Mei 2026, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha, Pemerintah Aceh menyiapkan langkah lanjutan.

Di antaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di 11 kabupaten/kota, Operasi Pasar di lima kota IHK, serta distribusi gula konsumsi sebanyak 284 ton dan minyak goreng curah 36 ton.

Dinas Pertanian juga rutin menggelar Pasar Tani di Banda Aceh sebagai alternatif masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Mualem turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas keamanan.

“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, termasuk TNI dan Polri, yang telah membantu memastikan distribusi pangan tetap lancar dan situasi tetap kondusif. Ini sangat penting dalam menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat,” ujar Mualem.

Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian inflasi juga tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dukungan Bank Indonesia, BPS Aceh, Satgas Pangan, serta Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Aceh.

“Sinergi ini sangat penting, terutama dalam menyediakan sistem peringatan dini serta pengawasan terhadap dinamika harga di lapangan,” jelasnya.

Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga, memastikan kelancaran distribusi, serta meningkatkan keterjangkauan pangan guna mempertahankan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.***


Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image