Santri Hebat, Prestasi Nasional hingga Internasional
![]() |
| Banner ilustrasi sederet prestasi santri pesantren di tingkat nasional dan internasional. Dok. Kemenag RI |
Deretan santri berprestasi Indonesia bukti pesantren makin maju, unggul di bidang akademik, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
KLIK CHANNELKU – Deretan santri dari berbagai pesantren di Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga internasional. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga berkembang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat.
Direktur Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Basnang Said, menyebutkan bahwa transformasi pesantren saat ini menjadi salah satu faktor utama lahirnya generasi santri yang kompetitif.
“Potret pesantren kini tidak hanya tentang tafaqquh fid-din yang menjadi ciri khasnya, tapi juga beragam keunggulan dalam prestasi akademik dan non akademik,” ujar Basnang Said di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kiprah santri kini semakin luas seiring perkembangan sistem pendidikan di pesantren yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
“Ini tidak terlepas dari proses adaptasi pesantren terhadap perkembangan zaman. Kami di Kementerian Agama terus berupaya ikut memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi perkembangan pesantren,” sambungnya.
Sejumlah nama santri mencuri perhatian publik lewat capaian mereka. Nabila Saphira, misalnya, sukses meraih juara 2 Regional Kampus Pidato Bahasa Inggris dan Diplomatik serta menjadi wakil Indonesia dalam program AFS Global STEM Academies di Brasil melalui inovasi turbin air.
Tsuroyyah Hamidah dari Lamongan juga masuk Top 7 Wirausaha Muda Berprestasi Nasional bidang religius berkat kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengolahan hasil perikanan.
Sementara itu, M. Mifta Yoga Fahreza menorehkan prestasi di bidang teknologi pendidikan melalui pengembangan aplikasi edukatif serta aktif dalam gerakan isu lingkungan dan perubahan iklim.
Ahmad Faqieh Shakier, hafiz 30 juz asal Parepare, turut mencatat prestasi di ajang sains serta aktif dalam program sosial pesantren yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.
Prestasi lainnya datang dari Muhammad Aidil Fitrah Lubis yang meraih penghargaan internasional melalui inovasi produk herbal “Micromelt”. Selain itu, Khoirul Adib juga mencatat berbagai capaian global di bidang inovasi serta meraih beasiswa ke luar negeri.
Revan Kurnia Aditya ikut mengharumkan nama pesantren melalui inovasi layanan kesehatan “SANTRICARE” yang meraih juara nasional. Qotrotun Nadia juga unggul di bidang hadis dan literasi dengan sejumlah prestasi lomba serta karya tulis.
Adapun Fitria Raudhatul Jannah berhasil menjadi delegasi Indonesia pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub internasional setelah meraih juara di tingkat nasional.
Capaian tersebut mempertegas bahwa pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mampu bersaing secara global serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.***
Reporter : Maulana ‖ Editor : Tim Redaksi
.jpeg)
