BREAKING NEWS

Padusi Tapa, UMKM Persit Angkat Sereh Aceh Selatan

Daftar Isi Konten [Tampil]
Sinar Hayani merupakan istri dari Sertu Sutrisno Wijoyo, prajurit TNI AD yang kini bertugas sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Aceh Selatan. Dok. Ist

UMKM Padusi Tapa milik Persit di Aceh Selatan kembangkan sereh wangi jadi produk bernilai ekonomi dan dorong usaha lokal.

KLIK CHANNELKU – Usaha mikro berbasis potensi lokal kembali menunjukkan geliat positif di Aceh Selatan. Kali ini datang dari tangan kreatif Sinar Hayani, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, yang sukses mengembangkan produk olahan sereh wangi melalui UMKM Padusi Tapa.

Sinar Hayani merupakan istri dari Sertu Sutrisno Wijoyo, prajurit TNI AD yang kini bertugas sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Aceh Selatan. Di tengah perannya sebagai istri prajurit, ia mampu membangun usaha mandiri yang memberi dampak ekonomi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Sejak dirintis pada 2020, usaha Padusi Tapa terus berkembang dengan memanfaatkan sereh wangi sebagai bahan utama. Proses produksi dilakukan secara tradisional dengan merebus 7–8 kilogram sereh selama sekitar 12 jam hingga menghasilkan minyak berkualitas.

Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai, sabun cuci piring hingga roll-on berbahan sereh. Produk tersebut dikenal memiliki aroma khas serta manfaat alami, termasuk membantu mengusir nyamuk.

Dalam tiga bulan terakhir, usaha ini mencatat penjualan sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4–5 juta. Selain menjadi sumber penghasilan, usaha tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha.

Padusi Tapa telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023 dan saat ini tengah dalam proses pengurusan izin BPOM. Pemasaran produk masih berfokus di wilayah Tapaktuan melalui jaringan Persit, mitra Kodim, instansi pemerintah, perbankan, serta media sosial.

UMKM Padusi Tapa milik Persit di Aceh Selatan kembangkan sereh wangi jadi produk bernilai ekonomi dan dorong usaha lokal. Dok. Ist

Sebagai anggota Persit, Sinar Hayani mengaku mendapatkan banyak dukungan dalam mengembangkan usaha. Ia merasakan kuatnya kebersamaan dan semangat saling mendukung di lingkungan organisasi.

“Menjadi seorang anggota Persit bukanlah peran yang mudah. Ada kebanggaan, tetapi juga pengorbanan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebagai istri prajurit harus siap menghadapi berbagai kondisi, termasuk saat ditinggal tugas dan membatasi ruang gerak. Namun, hal tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kreatif.

Nama Padusi Tapa sendiri memiliki filosofi tersendiri. Dalam bahasa Aceh, “Padusi” berarti perempuan, yang merepresentasikan kekuatan dan peran perempuan dalam kehidupan, khususnya dalam mendukung keluarga dan ekonomi.

Melalui usaha yang dirintisnya, Sinar Hayani berharap produk sereh wangi asal Aceh Selatan dapat dikenal lebih luas dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar.

Kisah ini menjadi contoh bahwa anggota Persit tidak hanya berperan mendampingi suami, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di daerah.***


Reporter : Anshori ‖ Editor : Tim Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image